Published On: Sun, May 11th, 2014

Membangun Peradaban Bangsa Dengan Pendidikan Berkarakter

pendidikan

Oleh : Tri Aji Marlianto (@aji_ija)

Pendidikan di Indonesia masih menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemerintah. Banyak sekali kasus di Negara kita yang latar belakangnya mengenai pendidikan, Misalnya ; tawuran antar pelajar yang dimana seharusnya para calon intelektual muda sebagai generasi penerus bangsa bisa berfikir positif untuk masa depannya sendiri malah ikut-ikutan tawuran yang kebanyakan di dasari kasus sepele. Belum lagi banyak orang – orang pintar di negara ini yang harusnya bisa mengayomi orang lain malah menindas masyarakat yang lemah, kasusnya seperti para koruptor. Mereka bukanlah orang yang berpendidikan rendah melainkan orang yang sangat berpendidikan. Mereka justru memanfaatkan kepintarannya untuk kepentingan pribadi.

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Nasional sudah mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk semua tingkat pendidikan, dari SD-Perguruan Tinggi. Menurut Mendiknas, Prof. Muhammad Nuh, pembentukan karakter perlu dilakukan sejak usia dini. Jika karakter sudah terbentuk sejak usia dini, kata Mendiknas, maka  tidak akan mudah untuk mengubah karakter seseorang. Ia juga berharap, pendidikan karakter dapat membangun kepribadian bangsa.

Munculnya gagasan program pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia, bisa dimaklumi, sebab selama ini dirasakan, proses pendidikan ternyata belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Bahkan, banyak yang menyebut, pendidikan telah gagal membangun karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang piawai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak terpuji. Bahkan, bisa dikatakan, dunia Pendidikan di Indonesia kini sedang memasuki masa-masa yang sangat pelik. Kucuran anggaran pendidikan yang sangat besar disertai berbagai program terobosan sepertinya belum mampu memecahkan persoalan mendasar dalam dunia pendidikan, yakni bagaimana mencetak alumni pendidikan yang unggul, yang beriman, bertaqwa, profesional, dan berkarakter.

Dalam bukunya, Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global, (2007), Doni Koesoema Albertus menulis ;

Bahwa pendidikan karakter bertujuan membentuk setiap pribadi menjadi insan yang berkeutamaan. Dalam pendidikan karakter, yang terutama dinilai adalah perilaku, bukan pemahamannya. Doni membedakan pendidikan karakter dengan pendidikan moral atau pendidikan agama. Pendidikan agama dan kesadaran akan nilai-nilai religius menjadi motivator utama keberhasilan pendidikan karakter. Yang terjadi saat ini, pendidikan seakan menjadi persyaratan utama dalam segala hal. Mulai dari melamar kerja, jenjang karier sampai melamar wanita cenderung sebuah pertanyaan yang sering muncul tentang pendidikannya.Kenyataannya, pendidikan hanya mencari nilai bukan ilmu, pendidikan hanya sebagai syarat bukan pengetahuan, maka ditempuh dengan berbagai macam cara untuk mewujudkannya. Akhirnya yang muncul lulusan-lulusan yang siap kerja tapi tidak bisa bekerja, siap naik karier tapi tidak mampu berpikir dan siap meraih prestasi tapi tidak dapat beradaptasi.

 

Kenyataan, pendidikan hanya mencari nilai bukan ilmu, pendidikan hanya sebagai syarat bukan pengetahuan, maka ditempuh dengan berbagai macam cara untuk mewujudkannya. Akhirnya yang muncul lulusan-lulusan yang siap kerja tapi tidak bisa bekerja, siap naik karier tapi tidak mampu berpikir dan siap meraih prestasi tapi tidak dapat beradaptasi.

Indonesia sebagai negara yang siap maju, membutuhkan manusia – manusia berkarakter sesuai dengan kepribadian bangsa, negara dan agama. Salah satu upaya mewujudkannya adalah melalui pendidikan berkarakter. Pendidikan berkarakter diharapkan dapat mengimbangi hasil pendidikan dalam diri peserta didik.

Sebenarnya pendidikan berkarakter telah lama berkembang seiring dengan pendidikan itu sendiri. Pendidikan merupakan sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Hanya saja aspek tertentu lebih diutamakan.

Meskipun bisa dikatakan terlambat, Pemerintah Indonesia kembali mulai menerapkan Pendidikan Berbasis Karakter dengan menyelipkan ke dalam kurikulum pendidikan yang baru sebagaimana tertuang  dalam U.U.R.I No.  20  Tahun  2003,  tentang Sistem  Pendidikan  Nasional,

Bab II:

“Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang  Negara  Republik Indonesia Tahun 1945.” (Pasal 2)

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada  Tuhan Yang Maha Esa, beakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Pasal 3).

 

Kini, sebagaimana dikatakan M. Natsir, yang dibutuhkan bangsa ini adalah “guru-guru sejati” yang cinta berkorban untuk bangsanya. Bagaimana murid akan berkarakter; jika setiap hari dia melihat pejabat mengumbar kata-kata, tanpa amal nyata. Bagaimana anak didik akan mencintai gurunya, sedangkan mata kepala mereka menonton guru dan sekolahnya materialis, mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui lembaga pendidikan.

Inilah yang mungkin bisa menjadi salah satu jawaban untuk membangun pendidikan di tanah air ini. Pendidikan yang di landasi dengan pembentukan karakter oleh para peserta didiknya akan membangun mental masyarakat Indonesia yang beretika, mampu bersaing dan siap bersaing. Dengan terbentuknya karakter dan mental bangsa yang kuat niscaya Indonesia akan kembali berjaya ketika pada saat zaman para wali yang dimana mereka berhasil menanamkan nilai-nilai keislaman dalam rangka untuk membentuk karakter masyarakat nusantara menjadi masyarakat yang mandiri dan tidak bergantung oleh orang lain termasuk para penjajah yang menginjakan kakinya di nusantara.

Hendaknya institusi pendidikan menjadi wadah atau tempat yang senantiasa menciptakan sesuatu yang hal bisa tertanam oleh para peserta didik dalam rangka untuk membangun dan membentukan karakter yang unggul. Pendidikan berkarakter merupakan salah satu metode dalam lingkup pendidikan yang outputnya diharapkan bisa merubah moral bangsa Indonesia agar siap maju dan mampu bersaing dengan Negara lain. Selain itu juga para guru-guru yang nantinya sebagai yang mengoperasikan metode pendidikan berkarakter harus mampu menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, serta mampu menanamkan aspek kejujuran, kedewasaan, kemandirian, siap bersaing, dan memiliki akhlakul kharimah. Nilai-nilai tersebut harus dibangun dalam rangka untuk memperkuat fondasi karakter diri serta membentuk masyarakat yang beradab serta mampu membangun peradaban bangsa.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>