Published On: Thu, Sep 15th, 2016

Amankah Tanam Benang untuk Kesehatan?

amankah-tanam-benang-untuk-kesehatanSaat ini tren treatment antiaging mengarah pada prosedur yang non-invasif. Salah satunya adalah tanam benang atau thread lift yang merupakan prosedur antiaging yang semakin popular saat ini. Sulamanidze dkk merupakan pelopor dalam penggunaan benang aptos (benang bergerigi) buat terapi pada pasien sebanyak 186 yang wajahnya mengalami kekenduran.

Thread lift merupakan treatment untuk memberikan efek lifting (mengangkat/mengencangkan) wajah dengan cara memasukkan benang di bawah kulit. Cukup dengan anestesi lokal dalam proses pengerjaannya, tak membutuhkan piranti tersendiri, cepatnya waktu pemulihan dan dipercaya menyajikan hasil yang tahan lama dan memuaskan.

Konsepnya adalah pengangkatan jaringan lunak wajah yang kendur dengan menggunakan benang di bawah kulit. Tipe benang terbagi menjadi tiga, yakni diserap (polydioxanone), tidak diserap (polypropilene seperti Aptos dan Contour), serta tipe campuran. Tipe benang lainnya adalah dengan gerigi, seperti gerigi dua arah (aptos) dan gerigi satu arah (contour dan silhouette).

Cara peletakan benang di bawah kulit, yakni dengan bebas (tanpa dirancang) dan terfiksir (dirancang). Akan terjadi efek lifting akibat dari gaya mekanik, reaksi jaringan di sekitar benang. Efek lifting juga terjadi karena benang membangun lapisan permanen dan memicu terbentuknya kolagen. Efek lifting jadi optimal beberapa bulan sesudah tanam benang, selepas kolagen tercipta di sekeliling benang.

Jadi, tanam benang dilakukan untuk lifting seluruh wajah, menyesuaikan kontur wajah, perbaikan kerutan minimal pada wajah, merangsang elastisitas kulit, serta perbaikan tektur kulit. Seperti halnya treatment lainnya, ada kontraindikasi pada treatment tanam benang ini. Kontraindikasi dibagi menjadi kontraindikasi absolut dan kontraindikasi elatif.

Kontraindiksi absolut yang terjadi adalah terdapat infeksi atau radang pada kulit, selama kehamilan, dalam pengobatan arikoagulan darah, serta pasien dengan penyakit gangguan darah. Sementara konraindikasi relatif antara lain pada kekenduran kulit yang berat (di atas 70 tahun), terdapat parut pada wajah, serta pasien dengan penyakit autoimun. Bagaimana dengan hasilnya?

Pada beberapa kasus tidak terdapat perubahan, asimetri dan benang terlihat di bawah kulit. Selain itu, terjadi rippling atau dimplig (kontur kulit bergelombang atau tidak rata) dan berkurangnya sensasi raba, terbentuknya jaringan parut, serta benang berpindah posisi atau keluar melalui kulit. Melihat beberapa kasus yang terjdi, tread lift ini tidak efektif. untuk rejuvenasi vajah. Pasalnya, tak merubah isi wajah dan cuma menata ulang posisi jaringan lunak pada wajah dibagian luar, khususnya kulit), tidak dengan meregenerasi kulit berlebih atau lapisan yang makin dalam.

Penelitian oleh Abraham dkk (evaluasi selama 21 bulan) menunjukkan hasil jangka panjang yang jelek pasca tindakan thread lift. Thread lift dalam jangka panjang dapat menyebabkan radang kronis. Radang kronis disebabkan oleh trauma berulang dan pergerakan mikro antara gerigi benang dan kapsul jaringan di sekitarnya. Thread lift juga bisa menyebabkan infeksi kronis. Dengan gambaran tersebut, komplikasi-komplikasi maupun rasa tidak nyaman bagi pasien, maka perlu dipertimbangkan tindakan thread lift sebagai prosedur rejuvenasi wajah.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>