Published On: Thu, Jan 5th, 2017

Dukungan dan Empati Bagi Penderita Kanker Payudara

kanker-payudaraKanker, termasuk kanker payudara, memang masih menjadi penyakit yang menakutkan. Bagaimana tidak, kanker merupakan penyakit pembunuh dan selnya tumbuh cepat tanpa tujuan tertentu merusak organ terkait serta membuat anak sebar di organ lain. Meskipun begitu, kanker bisa disembuhkan jika penderita mendapatkan pengobatan sejak dini dan tepat.

Demikian juga dengan kanker payudara, ia dapat disembuhkan bila pengobatan dilakukan sejak dini. Meskipun sebagian besar atau sekitar 80 persen benjolan pada payudara bukan kanker, sebaiknya wanita yang menemukan benjolan di payudaranya segera menghubungi dokter untuk memastikan sejauh mana bahaya benjolan tersebut. Perlu diketahui, gejala kanker payudara antara lain ditandai adanya benjolan di payudara, keluar cairan dari puting, serta luka yang tidak sembuh-sembuh.

Seseorang seringkali merasa enggan memeriksakan secara dini keadaan payudaranya, atau bahkan setelah ia menemukan ada benjolan pada payudaranya. Rasa takut merupakan salah satu faktor seorang perempuan tidak ingin memeriksakan dirinya. Rasa takut ini bisa karena takut terhadap penyakit yang dideritanya, takut dioperasi hingga ketakutan berlebihan yang berkaitan dengan hubungan dengan suami dan keluarganya.

Baca juga : Cara Mencegah dan Mengatasi Jamur Kulit Membandel

Selain itu, pada diri penderita bisa juga tumbuh rasa rendah diri dan malu. Bahkan, yang bersangkutan memang tidak pernah meneliti atau mendeteksi secara dini payudaranya sehingga kanker itu baru diketahui setelah stadium lanjut. Namun, jika dalam keluarga ada penderita kanker, sebaiknya para anggota keluarga yang lain memberikan dukungan untuk membesarkan hatinya.

Pada dasarnya, perasaan yang pertama timbul pada diri seseorang yang didiagnosis sebagai pengidap kanker adalah rasa shock, takut, cemas, stres yang berkembang menjadi berat, bahkan depresi seolah-olah yang bersangkutan telah menerima hukuman mati.

Seseorang segera akan mengetahui dengan pasti bahwa dirinya menderita kanker walaupun dalam stadium yang sangat dini. Dapat dipastikan dirinya akan mengalami stres berkepanjangan yang berakibat pada gangguan-gangguan emosional dan fisik yang melelahkan. Dukungan moril dan empati dari anggota keluarganya, terutama yang berhubungan dekat secara emosional seperti suami, istri, anak, ibu, dan bapak akan sangat dibutuhkannya. Demikian juga dengan sahabat-sahabat dekatnya meskipun hubungan emosionalnya tidak terlalu dekat. Dukungan dan perhatian yang diperoleh penderita akan membantu meringankan penderitaannya.

Dukungan moril dan empati yang bersumber dari luar keluarganya seperti dokter, perawat, teman sejawat dekatnya juga dapat membantu mengurangi beban emosionalnya. Bentuk empati itu bisa dinyatakan dengan menempatkan diri sebagai pendengar yang baik bagi penderita dan menjadi teman berbicara bagi penderita.

Baca juga : Tidur Nyenyak dan Pulas, Apa Rahasianya?

Dengan adanya dukungan-dukungan itu, penderita diharapkan berangsur-angsur dapat menerima penderitaannya sebagai kenyataan hidup yang tidak dapat dipungkiri dan merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Masalah gizi makanan diduga kuat sangat berkaitan dengan kanker, juga kanker payudara. Penyebab kanker payudara hingga saat ini memang belum diketahui pasti. Bagaimanapun diduga faktor utama adalah faktor hormonal estrogen atau ketidakseimbangan hormon estrogen-progesteron.

Karena etiologi kanker payudara bersifat multifaktorial, upaya pencegahan secara mutlak tidak mungkin dilaksanakan. Dari faktor predisposisi yang lain dan faktor risiko dapat diusahakan pengarahan pengaturan siklus hormonal, juga menghindari atau memperbaiki komposisi menu, misalnya menjadi rendah lemak, lemak nabati, konsumsi sayur dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan.

Pemberian makanan pada penderita kanker harus disesuaikan dengan kondisi penderita secara keseluruhan. Misalnya, makanan diberikan dalam porsi kecil namun sering, makanan harus mudah dikunyah dan ditelan (lunak), makanan yang sifatnya merangsang seperti asam, pedas, asin, banyak mengandung gas sebaiknya dihindari, juga makanan yang berlemak atau berasal dari laut.

Ikan, ayam, dan telur lebih baik diberikan ketimbang daging. Jangan lupa untuk memberikan cairan yang memadai serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Upaya pencegahan sangat bermanfaat bagi individu yang sehat. Kembalilah pada makanan kita yang tradisional. Konsumsi makanan yang mengandung serat.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>