Published On: Thu, Jul 10th, 2014

Hitung cepat bukan hasil rekapitulasi yang resmi dari KPU

pilpres

 

 

Oleh : Taufiq Iqbal

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengatakan, selisih tipis hasil hitung cepat perolehan suara pilpres dapat menimbulkan potensi kecurangan. Khususnya dalam tahapan rekapitulasi berjenjang hingga di tingkat KPU Pusat.

Selisih hasil tipis dalam hitung cepat dalam perolehan pilpres pada 9 juni 2014, dapat menimbulkan kecurangan. Terlebih dari kedua calon sudah memiliki keyakinan atas¬†kemenangannya. “Indikasi potensi kecurangan itu ada dan kami tetap mencermati itu. Apalagi pemberitaan di media massa kemarin terkait hasil hitung cepat dari lembaga survei menunjukkan selisih yang sangat tipis,” kata Muhammad, dilansir dari ROL (10/7).

Karena perolehan persentasi yang berbeda dan belum terpercaya sebagai hasil akhir dari pertarungan pada pilpres. Hitung cepat bukan hasil rekapitulasi yang resmi dari KPU.

Selain itu, KPU mengharapkan pada masyarakat, untuk mengawal proses tahapan rekapitulasi pada pilpres. Seperti yang dilansir dari ROL, “Mulai hari ini (Kamis) sampai 12 Juli adalah kegiatan rekapitulasi di tingkat desa-kelurahan yang dikelola oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Kami membuka partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan rekapitulasi agar masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas rangkaian kegiatan Pemilu yang tersisa,” ujar Husni.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>