Published On: Sun, Oct 16th, 2016

Pantai Randusanga Indah, Pantai Molek di Brebes yang Mulai Bersolek

pantai-randusanga-indah-brebesTelur asin berwarna hijau kebiruan langsung terlintas begitu mendengar kata Brebes. Oh, ada lagi. Kalau tidak telur asin, ya bawang merah. Nyatanya, Brebes bukan sebatas itu. Kabupaten yang dilewati jalur pantai utara itu juga memiliki kemolekan alam dan kuliner. Wah, yang benar?

Iya, benar. Kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Tengah tersebut juga memiliki garis pantai yang tidak boleh dilewatkan. Pantai Randusanga Indah atau yang biasa disebut Parin oleh masyarakat setempat, bisa menjadi destinasi yang menyenangkan.

Tak perlu terlalu bersusah payah menjangkau pantai itu. Jika destinasi pantai lain haras dilalui dengan jalan berliku, medan jalan yang cukup berat, dan waktu tempuh dalam hitungan jam, tidak demikian halnya dengan Parin. Waktu tempuhnya sekitar 20 menit dari jalan utama. Wisatawan tak perlu takut tersasar. Pantai itu bisa dicapai lewat beberapa jalan akses yang ditandai gapura atau papan penunjuk jalan.

Terletak di Randusanga Kulon, kita hanya perlu mengarahkan kemudi sekitar 7 kilometer ke arah utara, dari jalan raya pantura di Kabupaten Brebes. Sayangnya, tak ada angkutan umum untuk menjangkau tempat tersebut. Penyewaan ojek pun sulit. Jika ingin sampai di Parin, harus ditempuh dengan kendaraan pribadi.

Deburan ombak di Pantai Randusanga Indah memang tidak seganas pantai selatan. Beberapa wahana seperti penyewaan perahu dan ban untuk mandi ombak pun cukup laris manis. Garis Pantai Randusanga Indah yang dijadikan objek wisata memiliki panjang sekitar 2 kilometer. Luasnya sekitar 30 hektare. Namun, baru sepertiganya yang dikembangkan. Puluhan kedai bambu berdiri di sekitar pantai. Pengunjung yang ingin rehat sejenak dari terik matahari, bisa beristirahat di sana.

Di dalam area Parin, terdapat beberapa fasilitas keluarga seperti panggung gembira, arena balap motor (grass track), camping ground, kafe, rumah makan khas ikan laut bakar, serta beberapa kios yang menjajakan cinderamata khas Brebes. Sajian yang paling spesial, tentu keindahan panorama terbenamnya matahari di cakrawala pantai sambil menikmati hidangan laut.

Oya, berdasarkan sejarah yang diceritakan turun-temurun, nama Randusanga berasal dari kata randu (pohon kapuk) dan sanga (sembilan). Konon, di wilayah itu, dulu ada sembilan pohon kapuk yang besar. Seiring waktu, pohon kapuk tak lagi mudah ditemukan. Kehadirannya tergeser oleh varietas pohon lain.

Begitulah. Keramahan penduduk setempat dan kisah semacam itu yang selalu membuat pengunjung atau wisatawan tak hanya tertarik untuk sampai pada sebuah destinasi. Perjalanan saat mencapai destinasi pun bisa meninggalkan kesan. Selamat berjalan-jalan.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>