Published On: Wed, Dec 7th, 2016

Pentingnya Menyajikan Menu Sehat Untuk Anak

menu-sehat-untuk-anakKepedulian terhadap kondisi kesehatan anak-anak mulai disadari para pengelola restoran di Amerika Serikat. Makanan yang berkalori tinggi dan mengakibatkan obesitas telah menyadarkan mereka untuk menyajikan menu sehat untuk anak. Akan tetapi, benarkah sehat bila terus-menerus membiasakan anak mengonsumsi masakan restoran?

Gaya hidup yang serba ingin kemudahan membuat banyak orangtua di AS memilih untuk membeli makanan jadi untuk anak-anaknya. Entah itu masakan dari restoran siap saji atau restoran biasa.

Hal itu ternyata berdampak bagi masalah kesehatan secara umum. Anak-anak jadi terbiasa mengonsumsi makanan dengan kalori berlebih, lemak jenuh, garam, dan gula berlebih. Apalagi, dalam pola makannya, anak-anak itu sudah kekurangan buah, sayur, dan makanan rendah lemak.

Setelah berjalan bertahun-tahun dan mengakibatkan banyak anak mengalami obesitas, beberapa restoran mulai mengubah diri. Menu sehat untuk anak-anak disiapkan secara khusus dengan perhitungan kalori yang tepat.

Namun, para peneliti pun penasaran apakah betul menu anak itu sehat dan terbebas dari lemak tinggi serta garam berlebih? Apakah menu itu sudah betul-betul mengacu pada rekomendasi nutrisi yang ditetapkan?

Peneliti dari Tufts University Friedman School of Nutrition melihat dari hasil penelitian bahwa beberapa restoran mulai memperbaiki diri. Mereka menyediakan menu khusus anak dengan tambahan sayur dan buah.

Lemak yang tinggi memang penyebab obesitas pada anak. Namun, kadar garam juga menjadi perhatian meski belum ada yang menyatakan hal itu membuat anak-anak mengalami tekanan darah tinggi lebih cepat.

Saat kita membiasakan anak-anak mengonsumi makanan dengan kadar garam yang tinggi, akan sulit nantinya untuk mengalihkan mereka dari makanan seperti itu. Kita tidak bisa melakukannya saat anak sudah berusia 18 tahun. Kita harus membiasakannya sedini mungkin supaya menjadi kebiasaan sampai mereka tua nanti.

Meskipun menu restoran tinggi lemak dan garam, namun keberadaan sayur dan buah patut diapresiasi. Soalnya, banyak restoran meniadakan sayur dan buah pada jajaran menu anak selama satu dekade ini padahal sayur dan buah menjadikan menu sehat untuk anak.

Untuk memperbaiki pola makan anak supaya memiliki kandungan gizi yang baik, orangtualah yang paling bertanggung jawab. Para orangtua harus semakin giat memasak makanan segar di rumah sesering mungkin.

Bahkan ada penelitian khusus tentang itu. Penelitian itu menemukan bahwa orangtua yang sering memasak makanan di rumah untuk anak-anaknya membuat anak-anak lebih peduli untuk memilih makanan sehat. Memulai pola makan sehat dipercaya bersifat vertikal, dari atas ke bawah atau dari orangtua dulu baru ke anak.

Namun saat harus tetap makan di restoran, orangtua juga harus jeli melihat menu anak. Orang tua harus mengombinasikan makanan dari lima kelompok penting, buah, sayur, gandum, produk olahan susu, dan protein.

Seporsi hamburger atau cheeseburger, misalnya, tambahkan dengan selada atau daun bayam dan roti gandum utuh. Tanpa saus tambahan, daging, atau apa pun yang menambah kalori. Tambahkan juga menu buah atau sayur, atau kentang panggang, bukan goreng.

Semua restoran seharusnya membantu masyarakat AS untuk memiliki pola makan yang sehat. Mereka harus menyediakan makanan rendah kalori dalam porsi-porsi kecil. Sajiannya pun haruslah memiliki variasi sehingga memiliki kandungan gizi yang cukup. Bagaimana dengan restoran-restoran di Indonesia ya? Sudahkah mereka menyajikan menu sehat untuk anak?

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>