Published On: Fri, Jan 13th, 2017

Penyebab Menurunnya Minat Baca Masyarakat

Manfaat Membaca BukuMembaca berarti melihat dan memahami isi suatu tulisan. Tulisan itu memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Mulai buku hingga sekadar kertas pembungkus kacang. Yang menjadi masalah hingga kini, bagaimana masyarakat kita memiliki minat baca yang tinggi.

Suatu pernyataan yang diragukan kebenarannya, minat baca masyarakat menurun karena sulit dijumpai buku yang berkualitas, promosi dari pemerintah dirasa kurang, dan pernyataan bernada miring lain. Padahal, berbagai upaya telah dilakukan. Misalnya dengan pameran buku, acara bedah buku, bahkan rubrik buku-buku tergres juga muncul di media cetak.

Pada dasarnya, segala “tetek bengek” itu tidak akan berjalan mulus sesuai rencana selama masyarakat belum sadar akan arti penting membaca. Mereka harus tahu bahwa membaca memberi manfaat kepadanya. Bahkan tidak mustahil mengimbas kepada orang lain pula.

Baca juga : Cara Mengajar Bayi Membaca Sejak Dini

Banyak faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat menurun. Di antaranya, semakin merebak arus informasi dari media elektronik, khususnya TV dan internet. Menurut sebuah penelitian, manusia cenderung akan lebih responsif terhadap sesuatu yang bergerak. Inilah yang menjadi penyebab, mengapa informasi dari televisi lebih menyita perhatian ketimbang membolak-balik segepok tulisan yang monoton dari sebuah buku atau majalah/koran.

Selain itu, membaca berarti sengaja meluangkan waktu untuk menikmati makna tulisan. Pernyataan logis inilah. yang terkadang membuat orang enggan melakukannya. Waktu 24 jam masih dirasa kurang, apalagi untuk sekadar membaca.

Orang merasa “lebih hemat” jika menyentuh tombol untuk mencari saluran televisi yang berkenan di hati atau browsing di internet. Di samping itu, dalam hal informasi terkini, televisi dan jaringan internet tidak kalah dengan surat kabar paling pagi sekalipun.

Baca juga : Tanoto Foundation Melatih Para Guru yang Mampu Menarik Orang Ke Perpustakaan

Faktor lainnya, masyarakat lebih menyukai bacaan yang perlu-perlu saja. Atau yang berkaitan dengan bidangnya. Padahal, di balik hal-hal yang dinilai “tidak perlu” atau “tidak berkaitan dengan saya”, terkandung masalah-masalah yang pada gilirannya akan diperlukan. Apa yang dinilai tidak perlu hari ini belum tentu tidak berguna di kemudian hari.

Peningkatan kebiasaan membaca mestinya dilakukan sejak kecil. Media perantaranya antara lain mendongeng. Ingat apa yang dikatakan pendiri Rumah Dongeng Indonesia, Wess Ibnu Say. Menurutnya, dongeng memperkaya perbendaharaan kata dan kalimat, perbendaharaan itu akan mendorong minat baca. Juga sangat membantu kemampuan anak mencerna bahan bacaan.

Pendek kata, masalah minat baca dapat diatasi apabila masyarakat yakin bahwa ada sesuatu dalam buku atau tulisan lain. Sesuatu yang tidak ditemuinya di media informasi lain, terutama TV dan internet.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>