Published On: Thu, Jul 21st, 2016

Soilindo Jasa Konstruksi Terbaik di Indonesia

soilindo

Tak dapat di pungkiri, bahwa jalan adalah alat penting yang menunjang seseorang dapat berinteraksi dengan yang lainya. Menjadi hal yang mempengaruhi kelangsungan umat manusia sejak jaman dahulu. Sejak manusia paling premitif sekalipun, hingga manusia moderen sekarang, jalan menjadi penunjang segala kebutuhan.

Ketika manusia masih premitif, jalan menjadi petunjuk kemana harus berburu dan pulang. Walau memang saat itu jalan begitu amat sederhana. Kemudian ketika manusia dalam bentuk koloni, jalan menjadi penghubung satu dengan yang lainya. Sampai sekarang jalan terus berkembang menjadi penghubung sekaligus sarana transportasi untuk segala kebutuhan. Baik bisnis maupun sosialisasi. Tak terkecuali jalan-jalan di desa.

Walau kebijakan pemerintah telah mengisyaratkan adanya perbaikan jalan pada semua tempat. Nyatanya masih banyak jalan yang butuh perbaikan. Sampai akhirnya masyarakat desa bergerak secara bersama-sama untuk melakukan perbaikan jalan desa. Tetapi terkadang, jalan yang dibuat oleh masyarakat cepat rusak, terutama jika terkena banjir, berdebu, tidak rata dan lainnya. Nah untuk membuat jalan desa memiliki kekuatan dan tidak mudah rusak, ada beberapa bahan yang harus di pahami sebelum membuat jalan desa.

Bahan-Bahan Membuat Jalan Desa Awet

  1. Tanah Dasar (Sub Grade)

Ketika hendak membuat jalan otomatis kita butuh tanah. Tanah yang dimaksud disini adalah tanah yang terletak dibawah rencana pengerasan jalan. Keawetan sebuah jalan, sangat dipengaruhi oleh sifat dan daya dukung tanah dasar. Maka sebelum melakukan melakukan dan memilih tanah dasar untuk mendukung pengerasan jalan, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Ambil sebagian kecil tanah, periksalah ke laboratorium. Atau anda juga dapat memeriksanya secara fisik, umumnya jalan memiliki kekuatan yang tidak mudah retak.

  1. Agregat (Sub Base Course dan Base Course)

Selain tanah, bahan dari alam yang kedua yang harus ada ketika pembuatan jalan, termasuk juga jalan desa adalah Agregat. Ia berperan sebagai lapisan Sub Base Course dan Base Course. Ada beberapa jenis agregat atau batuan yang dapat dipilih, ditinjau dari asal kejadiannya:

  • Batuan beku. Batuan ini berasal dari magma yang membeku. Terdapat batuan beku luar (extrusive igneous rock) dan batuan beku dalam (intrusive igneous rock).
  • Batuan sedimen. Batuan ini berasal dari campuran partikel mineral, sisa- sisa hewan dan tanaman.

Sementara kalau ditinjau dari pengolahanya, terdapat:

  • Agregat alam. Batuan jenis inilah yang paling bagus untuk digunakan. Sebagian besar bentuknya ada di alam. Dalam batuan ini terdapat dua jenis, batuan kerikil dan pasir.
  • Agregat yang melalui proses pengolahan. Agregat ini juga cocok digunakan. Asalnya dari alam yang mengalami pengolahan.
  • Agregat buatan. Batuan ini dibuat oleh manusia, umumnya berpartikel dengan ukuran <0,075>
  1. Aspal (Surface Course)

Aspal merupakan material berwarna hitam atau coklat tua. Jika disimpan pada temperature ruang dapat berbentuk padat hingga agak padat. Sementara jika dipanaskan aspal dapat menjadi lunak atau cair. Ia digunakan untuk membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan aspal beton. Saat temperature turun, aspal akan mengeras dan mengikat agregat.

  1. Bahan Campuran Tanah

Bahan campuran tanah berfungsi untuk mengeraskan tanah dasar. Ingat, bahwa sehebat dan sekuat apapun aspal yang dipilih, jika tanah dasar tidak setabil, tidak keras, maka pengaspalan atau pengerasan jalan akan cepat rusak. Salah satu bahan additive untuk pengeras jalan adalah ROTEC.

ROTEC adalah bahan additive untuk mengeraskan tanah (soil stabilizer) yang berfungsi untuk memadatkan dan menstabilkan tanah secara fisik. Kandungan kimia ROTEC ramah lingkungan dengan kemampuan merekayasa tanah menjadi sekeras batu, menyingkirkan partikel air (water repelant) lalu seolah membungkus unsur tanah agar tidak mudah tercampur air, tidak akan lembek terutama saat musim penghujan. Ia berbentuk bubuk.

ROTEC menjadikan tanah mudah dicampur dengan bahan lain, seperti semen. Kekuatannya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan yang berbahan baku polimer. Cara kerjanya mirip bata merah, unsur air dikeluarkan.

Pengembang dari ROTEC ini adalah PT. Cahaya Inti Solusindo, yakni sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi jalan. Selama 4 tahun berturut turut terus mengembangkan dan meriset produk terbaik untuk stabilisasi tanah. Hasilnya penyempurnakan formula ROTEC yang ideal untuk semua daerah, termasuk daerah sub tropical yang memiliki curah hujan tinggi. Hingga saaat ini, produk ini terus diriset agar mencapai kesempurnaan.

Dalam proses pencampuran tanah dengan ROTEC umumnya perusahaan PT. Cahaya Inti Solusindo atau pemilik website www.soilindo.com menggunakan batuan (stone bond) yang tidak bisa sama cara perlakuanya untuk jenis tanah. Untuk tanah gambut misalnya, dapat diaplikasikan dengan baik setelah CBR (California Bearing Ratio) ditingkatkan jadi 5%.

Campuran ini bisa digunakan untuk bahan perkerasan jalan pada jalur transportasi di jalan desa, perkebunan, perumahan atau cluster, lokasi tambang, service road, tempat parkir, landasan pesawat, trotoar, helipad, jalur mobil golf, dan lain-lain.

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>