Published On: Mon, Apr 1st, 2019

Tanggapan Sri Mulyani Dan Ma’ruf Amin Terhadap Kartu Sakti Jokowi

Terdapat statement yang cukup menghebohkan dunia politik yaitu capres nomor 01 yaitu pak presiden Joko Widodo mengatakan pada kesempatan pidatonya kalau beliau akan berencana mengeluarkan program tiga kartu baru sakti pak Jokowi yang untuk sebagai media penyaluran beberapa bantuan sosial. Selain itu, menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi statement mengenai program tiga kartu baru sakti pak Jokowi yang direncanakan tersebut. Pendapat yang dikeluarkan oleh menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati yaitu dengan dikeluarkannya program tiga kartu baru sakti pak Jokowi tersebut, maka anggaran kartu pra kerja tak akan membebani masalah anggaran belanja (APBN). Dengan adanya kartu-kartu tersebut justru dapat membuat keperlauan penyaluran berbagai macam bantuan sosial dapat menjadi semakin sistematis dan juga terintegrasi.

Pemerintah itu sendiri telah menganggarkan jumlah anggaran untuk bantuan sosial dengan jumlah lebih besar pada tahun ini. Menurut menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati, berdasar kepada evaluasi terhadap macam-macam program serta anggaran, maka dapat dapat dimasukkan pada tahun 2020. Hal tersebut termasuk rencana program tiga kartu baru sakti pak Jokowi ini adalah suatu langkah yang awal mengenai konsep integrasi serta konsolidasi. Dengan begitu, maka bisa membuat jauh lebih akuntabel dan juga komprehensif, kata menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Disamping itu, cawapres nomor 01 yaitu Ma’ruf Amin telah menyebut juga kalau anggaran bukanlah suatu masalah utama demi dapat mewujudkan program tiga kartu baru sakti pak Jokowi. Sebagai bukti yaitu pak Jokowi dapat menganggarkan ke banyak orang Indonesia mencapai jutaan orang dengan contoh ‘Kartu Indonesia Sehat’. Dari masalah defisit dalam BPJS, berdasarakan pendapat pak Ma’ruf, bukanlah juga menjadi penghalang pak presiden Joko Widodo dalam meluncurkan program tiga kartu baru sakti pak Jokowi. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan pendapat Ketum MUI, hal tersebut sudah merupakan kewajiban dari pihak negara dalam memberi santunan kesehatan untuk masyarakat.

Pak Ma’ruf berpendapat bahwa pengeluaran program tiga kartu baru sakti pak Jokowi ini termasuk fungsi yang disekaliguskan untuk keperluan masyarakat, yang memang tentu bertahap. Dengan program kartu dari pak presiden Joko Widodo yang meliputi kartu sembako yang untuk mendapatkan sembako murah, lalu kartu Indonesia pintar yang diperlukan untuk kuliah di perguruan tinggi, serta kartu pra-kerja yang digunakan untuk keperluan pelatihan vokasi.

Disamping itu, pak presiden Joko Widodo juga menyatakan bahwa dengan salah satu program tiga kartu baru sakti pak Jokowi yaitu kartu pra kerja, maka dapat meningkatkan keterampilan bagi pencari kerja serta korban PHK. Hal tersebut yang membuat pak Jokowi menjalankan program ini. Pada program kartu Pra-Kerja yang diusung pak presiden Joko Widodo tersebut, akan fokus dalam melatih berbagai macam keterampilan individu serta mempersiapkan untuk dapat menghadapi lebih sukses lagi dalam dunia kerja. Tujuan salah satu program tiga kartu baru sakti pak Jokowi ini yaitu untuk bisa menciptakan SDM yang premium dan juga mampu bersaing di dalam ataupun luar negeri.

Pak Jokowi sendiri telah menargetkan sekitar 500.000 orang yang ikut program tiga kartu baru sakti pak Jokowi tersebut pada tahun 2019 ini. Lalu untuk tahun yang berikutnya akan ditargetkan menjadi sekitar 2 juta banyaknya orang peserta. Tentunya masyarakat Indonesia berharap kalau program dari Pak Joko Widodo ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk berbagai masalah yang masih ada di Indonesia ini.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>