Published On: Tue, Nov 29th, 2016

Tanoto Foundation Melatih Para Guru yang Mampu Menarik Orang ke Perpustakaan

tanoto-foundation

Harus diakui, bagi sebagian besar orang Indonesia, perpustakaan merupakan tempat yang kurang menarik. Hal itu tergambar dari betapa rendah minat baca orang di negeri kita. Berdasarkan riset bertajuk Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia berada di peringkat ke-60 dari ke-61 negara dalam minat baca.

Selain karena faktor infrastruktur yang kurang memadai, situasi tersebut terjadi karena pengelola perpustakaan tidak mampu mengelola dengan baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa peran pustakawan sangatlah vital.

Sayangnya, jumlah pustakawan di Indonesia masih sangat sedikit. Berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sampai Oktober 2016, hanya ada 2.986 pustakawan yang tersertifikasi di negeri kita. Dibandingkan jumlah total warga negara kita, jumlah tersebut jelas sangat minim.

Kondisi memprihatikan ini membuat Tanoto Foundation yang didirikan oleh pengusaha sukses Indonesia, Sukanto Tanoto, bergerak. Mereka rutin melatih sejumlah guru untuk memiliki kemampuan sebagai pustakawan.

Salah satunya digelar di Dumai di Provinsi Riau pada 25 Oktober 2016 lalu. Bertempat di di SDN 01 Lubuk Gaung, terdapat 36 orang guru yang dilatih menjadi pustakawan.  Di sana, yayasan yang didukung oleh keluarga Sukanto Tanoto ini mengajari para guru tersebut untuk memiliki kemampuan mengelola perpustakaan dengan baik.

Kapasitas sebagai pustakawan sangat penting dimiliki oleh para guru agar mereka bisa menata perpustakaan menjadi menarik. Tentu saja tujuannya supaya para siswa mau datang ke perpustakaan dan betah belajar di sana.

Jadi tidak hanya membenahi fisik perpustakaan, tapi juga berupaya meningkatkan minat baca anak-anak yang datang ke sana,” ujar Training Specialist Tanoto Foundation, Sasmoyo Hermawan, kepada Tribun Pekanbaru.

Kegiatan Tanoto Foundation ini merupakan bagian dari program Pelita Pustaka sebagai bagian dari upaya Tanoto Foundation dalam meningkatkan minat baca di Indonesia. Salah satu yang telah mereka lakukan adalah dengan meningkatan kualitas perpustakaan di sekolah-sekolah.

Saat ini Tanoto Foundation memfokuskan pelita Pustaka di daerah pedesaan. Hal ini didasari oleh fakta bahwa akses informasi di daerah terpencil masih susah. Hingga Desember 2015 sudah ada 186 perpustakaan yang dibangun maupun direnovasi. Selain itu, sudah ada lebih dari 32 ribu buku yang disumbangkan ke sejumlah perpustakaan hingga kurun waktu yang sama.

Namun, infratruktur yang baik seperti ruangan yang memadai maupun koleksi buku lengkap pun tidak akan membuat siswa mau datang ke perpustakaan jika tidak ada pihak yang mengelola dengan baik. Untuk itu, pelatihan guru menjadi pustakawan yang bisa mengelola dengan baik juga dilakukan.

Pelatihan di Dumai tersebut hanya salah satu di antaranya. Hingga Desember 2015, sudah ada 1.800 guru lain yang mendapatkan pelatihan serupa.

Hal ini merupakan bagian dari kegiatan Tanoto Foundation yang menjadikan pendidikan sebagai salah satu sektor garapan utama. Selain Pelita Pustaka, masih kegiatan lain seperti Pelita Asri, Beasiswa Tanoto Foundation, maupun Pelita Guru Mandiri yang digelar oleh Tanoto Foundation.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>