Ini Dia Beberapa Tradisi Unik Saat Perayaan Tahun Baru Imlek

7 Fakta Unik Perayaan Imlek, Sarat Makna dan Cerita Tradisional

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa setiap negara memiliki adat dan budaya tersendiri. Ya, tak terkecuali untuk masyarakat keturunan Tionghoa, yang memang terkenal dengan adat budayanya. Terlebih ketika perayaan tahun baru imlek, dimana ada banyak sekali tradisi-tradisi unik.

Menariknya lagi, ada beberapa tradisi imlek yang hampir mirip dengan tradisi lebaran di Indonesia. Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas beberapa tradisi unik saat tahun baru imlek. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.

1. Mempersiapkan Kue Keranjang

Jika ketupat menjadi salah satu makanan yang wajib ada saat lebaran, maka kue keranjang merupakan makanan yang wajib ada saat perayaan tahun baru imlek. Umumnya kue keranjang sudah mulai dipersiapkan seminggu menjelang perayaan tahun baru imlek, serta baru akan dihidangkan ketika Cap Go Meh (malam ke-15 sesudah imlek).

Menurut kepercayaan masyarakat keturunan Tionghoa, tradisi tersebut merupakan simbol pengharapan agar bisa selalu beruntung dalam karir sepanjang tahun. Mempersiapkan kue keranjang pada perayaan imlek memang sudah menjadi tradisi turun temurun di Cina. 

2. Tradisi Yu Shang

Umumnya tradisi yang satu ini akan dibawa langsung dari Cina yang dilakukan dengan cara khusus. Saat hendak makan malam, biasanya di atas meja akan dihidangkan satu piring Yu Shang dengan beberapa makanan pendamping di atasnya seperti

  • ikan salmon
  • wortel
  • lobak
  • jeruk
  • kacang
  • daun jeruk limau
  • plum, mie, dan masih banyak lagi.

Apabila acara makan malam akan dimulai, maka para anggota keluarga yang berdiri di sekliling meja bundar akan mengaduk makanan tersebut bersama-sama serta mengangkatnya dengan sumpit setinggi mungkin.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa, semakin tingggi makanan yang diangkatnya, maka akan semakin tinggi pula keberuntungan yang akan didapatnya.

3. Membersihkan Rumah

Masyarakat Tionghoa memiliki keyakinan, jika menyapu rumah sehari sebelum hari raya imlek dapat membawa keberuntungan untuk keesokan harinya. Jika rumah sudah selesai dibersihkan, biasanya sapu akan langsung disimpan di tempat tersembunyi, sedangkan rumah akan dibiarkan apa adanya hingga hari imlek selesai.

4. Berbagi Angpau

Ini dia salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak keturunan Tionghoa ketika perayaan hari imlek tiba. Bagi yang sudah menikah dan memiliki penghasilan tetap, maka mereka wajib memberikan angpau kepada sanak saudaranya.

Istilah angpau itu sendiri berasal dari kata Hong Pao, yang memiliki arti kantong merah dan biasanya akan diisi sejumlah uang. Nominal untuk angpaunya pun tidaklah harus besar, yang terpenting berupa uang kertas baru dan tidak berbentuk uang logam.

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, tradisi pemberiang angpau ini diyakini dapat melancarkan rezeki di kemudian hari. Terlebih jika angpau tersebut dikemas kedalam amplop berwarna merah, yang memang melambangkan kemakmuran.

5. Harus Serba Merah

Budaya masyarakat Tiongha meyakini jika Nian (berupa makhluk buas yang hidup di dasar laut) akan keluar ketika awal musim semi atau tahun baru imlek. Kedatangan Nian sangat meresahkan masyarakat, terebih di kalangan anak kecil.

Menurut kabar yang beredar, Nian pernah lari ketakutan ketika melihat seseorang anak kecil yang makai baju berwarna merah. Nah, semenjak saat itu warna merah diyakini oleh masyarakat Tionghoa sebagai simbol pengusir roh jahat dan kesialan.

Bukan hanya itu saja, warna merah juga kerap dilambangkan sebagai simbol pembawa keberuntungan dan kemakmuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *